CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Showing posts with label IKMAMMM. Show all posts
Showing posts with label IKMAMMM. Show all posts

Saturday, October 10, 2009

Menikmati Skenario yang Allah Tulis untuk Kita

Piiiim.... piiiimm..... piiiiimm
Ku bunyikan klakson berkali-kali sebagai isyarat bahwa rombongan akan segera diberangkatkan.

Sekilas terlihat seperti rombongan pelayat, berangkat dari Masjid Gedhe Kauman menuju Turi, Sleman.

Motor beririt-iritan memenuhi jalan, dari jl. KHA. Dahlan hingga Jl. Palagan.
Wahai masyarakat Jogja, saksikanlah bahwa kami adalah alumni mu’allimin mu’allimaat. (haha, opo maksute?)

Kita masih bersatu hingga mencapai Turi, kemudian, perlahan-lahan, kesatuan tergoyahkan, beberapa orang tersasar, banyak bahkan. Hanya orang-orang yang beruntung yang bisa mencapai rumah Dhenis tanpa pencarian akan sebuah jalan kebenaran( hoho, Lebay)


Adzan Ashar berkumandang, persiapan untuk sholat.
Pukul 15.45 acara dimulai. Seperti biasa, kalau sudah berkumpul, maka kericuhan tak akan bisa dihindarkan. Seperti Pasar Ngasem pindah. Terlihat jelas kebahagian yang terancar dari raut wajah dan senyuman teman-teman.

This is the real event for IKMAMMM82.

Setelah acara selesai, aku tersadar bahwa ada sesuatu yang kurang. Yah, Aku hanya bisa menenangkan hati, ketika ku ketahui, bahwa kunci motorku tidak ada di tas maupun di jaketku. Aku yakin, mungkin terselip di antara kursi atau di rimbunnya pepohonan di depan rumah Dhenis

Aku masih tertawa bersama kalian, berfoto-foto, dan bersalam-salaman
Setelah ibadah maghrib, aku geledah berkali-kali tas dan jaketku, aku periksa dalam rumah dhenis, NIHIL.

setelah hampir setengah jam ku mencari dan tidak mendapatkan hasil, ku beranikan diri untuk menganggu kalian dengan sebuah pertanyaan, “apakah ada yang melihat kunci dengan gantungan coklat? Kunciku hilang”

Beberapa dari kalian turut membantu mencari, ada yang menggeledah tas dan jaketku, mencari di dalam rumah, dll.

Namun tetap saja tidak ketemu..
Akhirnya mb Sekar meminjamkan senter, aku mulai mencari di bawah pohon-pohon, tak juga ketemu.

Hari mulai gelap, satu persatu kalian pulang meninggalkanku.
Lely, “mif, maaf ya, aku duluan, ada acara koordinasi AMM Bantul untuk penggalangan dana gempa”
Dibie, “sayang, aku duluan ya! harus nganter Olif ke asrama”
Inung dan Santi, “ Miftah, Inung duluan ya!”
Adek Iqbal, “mb, ‘afwan ya, ana duluan”

Ya ya ya..aku tidak bisa mengganggu kesibukan kalian hanya karena ketelodaranku
Dan sekali lagi, aku masih menghantarkan kepulangan kalian dengan senyuman.

Satu persatu motor pergi, halaman mulai sepi, aku berkuasa untuk mencari kunci
Untuk kesekian kalinya, aku gagal menemukan kunci itu

Fitri yang ban motornya bocorpun akhirnya pulang, nebeng teman
Yang tersisa hanyalah, aku, Ihsan, Latif, Sirhi, Ari, Huda dan Putri.. hening sepi, namun aku merasakan getaran aneh dalam hati.

Otak nakalku mulai bekerja, dulu aku pernah menjebol kunci dengan pisau, kemudian aku meminjam pisau, mungkin kali ini pun aku bisa menjebol kunci motorku dengan pisau itu

Oh, tidak, sebelum ku berhasil menjebolnya, Mb Sekar tidak sengaja me-lock kunci itu,,, yah,,, ku tidak tahu harus berbuat apa lagi

Kata ihsan, “miftah cari miftah”

Huft, namaku Miftah, tapi kenapa sering sekali ku bermasalah dengan yang namanya kunci, sampe terbesit di pikiran, mungkin lebih baik aku ganti nama saja (pikiran bodoh).

Walau kebingungan melanda, aku masih tersenyum, yakin akan kemudahan dari Allah
Setelah itu keputusan pun datang, sebelum larut malam, Dhenis dengan baik hati meminjamkan motornya untukku pulang, alhamdulillah, nanti sampe rumah, akan ku ambil kunci cadangan, kemudian besok akan ku ambil motor itu.

Akhirnya pulang juga aku, masih dengan senyum di bibir...

ketika sampai di pertigaan MTS Pakem, Ihsan berkata, “lurus aja nanti nyampe jogja”

yah, setelah itu, Huda dan Putri pulang mendahului. Aku ada di depan sendiri, disusul ari dan Sirhi kemudian yang terakhir adalah Latif.... ngapunten nggih Tif, kamu harus mengawal kepulangan para perempuan ini.
kami bermotor hanya dengan kecepatan 40an km/jam, menikmati malam dan dinginnya Turi namun diselimuti dengan hangat suasana persaudaraan. Persaudaraan dan ...................
Hah, aku was was juga, bersiap untuk dimarahi orang tua ketika sampe rumah...
Alhamdulillah, selamat sampe rumah

Pagi harinya Dibie menelpon, bercerita tentang sesuatu, aku pun mendengarkannya seperti biasa, yah, di tengah-tengah telpon, dengan datarnya dia bekata, “mif, kayaknya kuncimu ga sengaja dimasukin moly ke tasku, yang ada gantungan coklatnya kan? Dari kulit?”

What? Allahu Akbar.. kok bisa.... klieng klieng
“ maaf mif, aku ga sempat nengok tasku”. Kata Dibie
Hahaha... opo iki? Astaghfirullah
Padahal malemnya, moly chat denganku, ku bilang, “mol, kunciku positif hilang”
Kemudian dia menentramkan hatiku, “sik sabar yo mif, mugo cepet ketemu”
Hwaaaaa... gubrak... kok iso?

Aneh banget kejadian ini, aku hanya bisa tertawa lepas, bingung bagaimana cara mengekspresikannya, aku tak bisa menyalahkan siapapun, karena keadaan waktu itu memang semrawut,,,, moly yang tidak tahu bahwa itu adalah kunciku menaruhnya di dekat tas Dibie, dan mungkin secara tidak sengaja, kunciku dimasukin salah seorang teman ke tas Dibie, saat aku dan moly menjemput Dita.
Hahaha... lucu lucu

Ketika aku mengambil motor ke rumah Dhenis pun, keluarganya masih menyambutku dengan hangat, belum juga turun dari motor, bapaknya Dhenis sudah mengulurkan tangan mengajak salaman (mungkin aku dikira Dhenis apa ya? hehe). Setelah itu, motorku dibawa keluar ma bapaknya Dhenis, dipanasin, sedang mb Sekar menyuruhku masuk, membuatkanku teh hangat. Subhanallah.

Dari rumah Dhenis langsung menuju ke kampus, masih senyam senyum sendiri seperti orang gila, merangkai kembali peristiwa demi peristiwa.
Yah, yakfi hatta huna

Semua itu skenario Allah,,, dan aku menikmati semua ini... asykuruka ya Allah, Terima kasih kawan, walau tak kalian rencanakan, namun telah Allah gariskan, kalian telah berkolaborasi secara apik untuk membuat peristiwa itu bagitu berkesan di hatiku.


Selengkapnya...

Wednesday, February 18, 2009

Mubes CSS Vs Kongres IKMAMMM



Tanggal 14-15 Februari 2009 aku mengikuti 2 acara permusyawaratan yaitu Musyawarah Besar Community of Santri Scholars 0f Ministry of Religius Affairs UGM (Mubes CSS MORA) dan Kongres Ikatan Keluarga Abiturien Mu’allimin Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta (Kongres IKMAMMM)

Acara Mubes CSS diadakan di Balai Kinanti UGM jam 08.00-15.30. senang rasanya ketemu dengan teman-teman yang dulu pernah tinggal satu atap denganku selama 2 bulan. Selain membahas tentang GBHK dan pemilihan ketua CSS UGM yang baru, acara ini juga mensosialisasikan hasil munas CSS di PP Sunan Pandanaran tanggal 5-7 Februari dan hiburan. Pemilihan diawali dengan penyampaian visa misi kandidat diikuti dengan tanya jawab, dan pada akhirnya terpilihlah mas Faishol untuk menggantikan mas Khoisol. Hiburannya hanya nyanyian yang diiringi musik akustik, namun aq cukup senang karena yang menyanyi adalah kakak kelasku di Mu’at Mb Sofi Nuria Melati dan yang dinyanyikan adalah lagu untuk Palestina yang menyayat hati “we will not go down”.

Seperti yang diketahui umum, bahwa yang namanya Ministry of Religious Affairs (boso jowone “Departemen Agama”) itu didominasi oleh orang nahdhiyyin. Nah, di Mubes ini, aku harus menempatkan diriku sebaik mungkin, tidak boleh ada fanatisme organisasi untuk dapat membangun persaudaraan yang solid di antara santri DepAg. Aku harus berusaha memahami perbedaan dasar yang ada pada santri Depag, ada yang dari pondok NU, Muhammadiyah, Persis, PKS, maupun yang netral. Sering aku berdiskusi dengan mereka untuk menambah wawasanku, yang paling parah selama 4,5 jam. Selama ini aku memang hidup di lingkungan Muhammadiyah, aku memang belajar tentang perbedaan itu, namun dari tokoh Muhammadiyah. Berdiskusi dengan mereka secara langsung itu lebih seru, pengetahuannya benar-benar fresh dari para kyai mereka, ketika argumen kita lemah karena hadits atau dalil yang dibawa, kita akan berusaha untuk terus berusaha mencari kebenarannya, bertanya kesana kemari, mambaca dan searching di internet untuk mendapatkan hal yang dapat menguatkan argumen. Aku tahu bahwa orang yang menolak kebenaran termasuk orang yang sombong. Hmm..ilmu Allah itu luas sekali, mulai saat itu aku berusaha untuk tidak terkotak pada pemahaman dari kalangan Muhammadiyah, belajar dari golongan lain ternyata sangat menantang, walaupun akhirnya aku kembali pada pemahaman awalku, setidaknya aku meyakini prinsip yang ku pegang dalam hidup bukan karena taqlid namun karena pengetahuanku sendiri. Dan yang perlu diingat, dalam hidup itu yang terpenting bukan saling setuju pendapat orang lain, namun saling memahami perbadaan pendapat yang ada.

Seusai mubes css, aku langsung menuju ke Madrasah Mu’aliimiin untuk mengikuti Kongres IKMAMMM,, sikap harus berubah, dari yang hetrogen menjadi homogen, dari kondisi yang didominasi nahdhiyyin berubah menjadi dominasi mutlak Muhammadiyah, karena sekarang aku berada di jantung Muhammadiyah.

harusnya aku lebih tenang dan nyante di Mu’in, karena tidak harus membuang banyak tenaga untuk memahami pendapat orang lain. Tapi itu hanya perasaan awal saja, ternyata konggres Ikmammm lebih menguras tenaga. Perbedaan pendapat tidak terjadi karena perbadaan pemahaman agama yang mendasar, namun karena background organisasi yang berbeda, tentunya setiap oragnisasi mempunyai karakteristik masing-masing. Petinggi dan senior IKMAMMM itu ada yang berasal dari IPM, HW, TS, IMM, dll. Kebanyakan dari mereka juga menjadi senior di organisasi masing-masing.

Pembahasan Tata Tertib aj memakan waktu berjam-jam, dari jam 17.30 hingga 22.30an..wow..belum lagi sidang komisi yang membahas tentang AD/ART...ckckck, subhanallah. Hingga acara yang dijadwalkan tanggal 15 siang selesai harus selesai jam 11an malam...molor yang amat sangat..

Perasaan hati di IKMAMMM makin campur aduk, ya capeklah, bosen, tapi seneng juga, karena ketemu teman-teman seperjuangan, kakak-kakak kelas yang hebat dan keren. Aku juga banyak belajar dari mereka yang sukses di organisasi, belajar dan berdakwah. Melihat mereka seakan-akan aku ini manusia yang bodoh dan tidak bermanfaat, saking hebatnya orang-orang yang berada di sekitarku.

Ada bererapa moment yang berharga menurutku.

pembacaan puisi untuk almarhumah Mb Buraida oleh Mas Abu Bakar, Puisi yang menyentuh hati, diberikan untuk orang yang mulia, yang insyaallah meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Aku pernah beberapa kali merasakan kehilangan teman, yang pergi mendahului kita bertemu Sang Maha Pencipta.

Kemudian ketika kumpul angkatan untuk membicarakan perwakilan yang akan dipilih untuk menjadi tim formatur. Harusnya dari mu’at08 Inung dan Santi yang mewakili, namun karena mereka musyrifah, jadi mereka harus pulang ke asrama sebelum maghrib, tinggal aku sendiri yang ada untuk mewakili mu’at08. Namun karena ada suatu alasan aku tidak sanggup untuk menjadi tim formatur, akhirnya dek Iqbal dengan Ikhlas mengajukan dirinya, padahal dia udah jadi ketua panitia + sibuk benget. Dan akhirnya memang dia terpilih menjadi tim formatur bersama Cahya Maulana untuk mewakili angakatan 2008. Maafkan aku dek Iqbal,,,semoga Allah mempermudah segala urusanmu.

Selengkapnya...

Thursday, January 29, 2009

MSE







Kepanjangan dari Madrasah Science Expo, bertempat di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tanggal 15-17 Januari 2009.

Acara ini diadakan oleh Departemen Agama bekerja sama dengan madrasah seluruh Indonesia, terutama madrasah yang mendapat bantuan pembangunan laboratorium dari Depag. Ketika melihat proposalnya, subhanallah!! Keren banget ni mu’allimin, dananya aj mencapai ratusan juta rupiah, skala kegiatannya nasional. Batinku, “kapan Mu’allimaat bisa ngadain acara kayak gini?”

Hmmm, alhamdulillah ada tawaran untuk bantu-bantu panitia mengurusi peserta dan tamu perempuan, secara mu’allimiin cowok semua, otomatis butuh bantuan cewek.

Aku mengajak Rohana, Molly, Usy, Dibi dan Lely untuk ikut serta dalam acara ini.

Subhanallah! baru masuk parkiran mu’in aj aq bersama teman mate_3x terkagum-kagum pada besarnya acara MSE. Udah kayak kota santri aj. Yaa mungkin bagi anak mu’in yang sering mengadakan acara besar hal itu sudah biasa, tapi bagi kami anak mu’at, hal itu luar biasa, memalukan mungkin, tapi tidak bagi kami.

Hari pertama, tanggal 15 malam, kami diminta untuk among tamu, wah bahagia rasanya, bisa mengantarkan orang-orang terkenal dan terhormat. Apalagi setelah melihat acara pembukaan MSE, ternyata teman satu angkatan kami, matha, ikut memeriahkan acara ini dengan nasyid mereka. Dulu sih aku pernah melihat penampilan mereka, tapi karena dulu belum begitu mengenal personelnya jadi aku hanya kagum pada mereka, namun setelah mengenal mereka aku menjadi kagum dan bangga pada mereka, hmm...sekaligus pada angkatan kami. Malam itu ditutup dengan foto bersama kami dengan UsthTuti dan Usth Suminah.

Hari kedua, tanggal 16 januari 2009, Rohana dan Molly membantu dari pagi hari, sedangkan aku, usy dan dibie baru datang ba’da maghrib karena ada acara pada pagi dan siang hari. Siang harinya kami ikut aksi AMM se-DIY untuk Palestina di depan kantor pos, aksi itu juga ga kalah serunya, meneriakkan takbir “Allahu Akbar”, mengibarkan bendera Muhammadiyah, bernyanyi dan berpanas-panasan dengan sengatan sinar matahari bersama. Mungkin banyak orang memandang bahwa aksi itu tak ada manfaatnya, tapi aku cukup bahagia dengan aksi itu, setidaknya ada bukti sumbangan dari para pengguna jalan yang menunjukkan bahwa aksi itu mempunyai sumbangsih ke rakyat palestina, walaupun amat sangat sedikit pengaruhnya untuk mengurangi penderiataan mereka. Hehehe, tapi aku merasakan suasana kekeluargaan yang begitu kuat. aku bertemu dengan adik-adik kelasku,ust/usth, dan teman seperjuanganku di Mu’allimat. aku bertemu dengan orang-orang hebat, para petinggi HW, TS, IMM, IPM, NA, PM dan KOKAM.

Huft,,, kalau dipikir capek juga badan ini, tapi tanggung jawab untuk membantu MSE menunggu kami di Mu’in. Aku dan Dibie segara meluncur ke Mu’in ba’da maghrib, disana aku langsung bertemu dengan Molly dan Usy. Hmm..acara malam ini adalah pengajian dari Pak Harwanto Dahlan dan Cak Nun bersama Kyai Kanjeng. Seperti biasa kami diberi tugas untuk mengatur para tamu dan peserta perempuan.

Acara dimulai dengan nyanyian dari Kyai Kanjeng, subhanallah, indah sekali musiknya, perpaduan antara alat musik modern dan alat musik tradisional. Setelah itu Pak Harwato bersama petinggi Mu’in dan Satrawan Muhammadiyah Mustafa W Hasyim memasuki panggung. Gelak tawa mulai terdengar, karena pak Harwanto mulai meluncurkan kata-kata lucu andalannya. Hujan mengguyur halaman depan mu’in di tengah-tengah acara. Para peserta dan tamu undangan pun mulai ribut, masing-masing menyelamatkan diri dari guyuran air hujan, tapi alhamdulillah suasana dapat kembali tenang. Setelah Cak Nun datang bersama Novia K., aku, dibie dan Molly maju ke barisan terdepan.

Nah, dari sini, jantungku mulai berdebar kencang, jiwaku meledak-ledak. Cak Nun meminta salah satu peserta maju untuk memimpin peserta menyanyikan lagu sang surya. Dan majulah peserta dengan pakaian jubah dan bersurban, namun berjaket tentara. Kata Pak Harwanto, “ini perpaduan antara Kopasus dan Hamas”. Whahaha, karuan aj penonton tertawa terbahak-bahak ketika mendengarnya. Musik untuk mengiringi lagu sang surya pun mulai dimainkan, ternyata peserta yang maju cukup jago untuk menyamakan dan menyelaraskan suaranya dengan musik Kyai Kanjeng itu. Masyaallah, indah sekali, arrangement yang baru pertama kali kudengar untuk lagu sang surya, perpaduan yang hebat, antara suara nasyider dan musik tradisional modern. Hahh, saking bahagianya, aku, Dibi dan Molly, ikut menyanyikan lagu sang surya itu dengan semangat dan sesak nafas,,hee, aku doank kalee.

Hmmm, aku benar-benar menikmati suasana ini, walaupun tidak semua peserta berasal dari pondok Muhammadiyah, ada juga dari NU, dan golongan lain, namun aku yakin, mereka juga dapat menikmatinya.

Detik-detik menegangkan pun dimulai, Cak Nun menjelaskan filosofi lagu sebelum cahaya yang dinyanyikan grup band Letto dengan vokalis anaknya sendiri, ternyata berasal dari surat al-insyirah, lagu itu akan dinyanyikan oleh Novia K. Bersama perwakilan dari peserta perempuan, Dibie yang sedang asyik motret di depan pun langsung dilirik Pak Harwanto, katanya “ ayo, Mu’allimaat maju!”. Dibie segera menyadari bahwa yang dimaksud pak Harwanto adalan dirinya. Ia pun mundur, bergabung bersama aku dan Molly. Teriakan “ayo maju maju” terdengar riuh redam, namun tak ada satu pun peserta perempuan yang mau maju. Akhirnya Pak Harwanto pun turun dari panggung dengan membawa mic untuk diserahkan pada salah satu peserta perempuan.

Jededeng..jedeg jedeg, ternyata,,pak Harwanto menuju ke arah kami.... ketika pak Harwanto berada tepat di depan kami, Dibie sempat memegang mic itu dan mengajak aku serta Molly untuk bernyanyi bersama...ssrrrttt, lampu sorot pun langsung menuju ke arah kami, cekrek cekrek cekrek, semua kamera juga tertuju ke arah kami, rasanya seperti menjadi artis dalam beberapa detik,

Deg, jantung serasa berhenti, mata hanya dapat melihat sinar putih karena lampu sorot dan blitz kamera yang benar-benar terpusat pada kami. Dibi langsung mengembalikan mic itu ke pak Harwanto, hahh, ini mu’allimiin nona, ga mungkin kami akan bernyanyi di depan mereka semua. Suara wanita kan aurat(hehehe, untuk menutupi rasa malu kami)...

Benar-benar memacu adrenalin, perasaan bercampur aduk, antara malu, senang, dan bingung, karena aku dan Dibie sama-sama ngefans pak Harwanto.

Let’s imagine!

Seseorang yang difenin(bahasa ngendi kuwi?) meminta kita untuk maju ke depan panggung menyanyikan lagu terkenal bersama artis dan grup musik yang super keren di kandang lawan.

Mungkin kalau ga di mu’allimin kami berani maju...hahaha

Alhamdulillah, kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa mahal.

Hari ketiga, tanggal 17 Januari, seperti dua hari sebelumnya, kami datang ba’da maghrib, namun kini membawa pasukan dengan jumlah banyak, yaitu Janne, kikyut, Putri, Fiya ma Hafida. Seperti pada pembukaan, matha membawakan nasyid mereka untuk memeriahkan acara. Dan kali ini kami dapat dengan jelas mendengar dan melihat mereka karena belum banyak peserta yang datang. Hmm..mereka memang hebat,

Acara MSE ini ditutup dengan kebahagiaan dan kemenangan, karena mu’allimin keluar sebagai juara umumnya, alhamdulillah..insyaallah mu’allimaat nyusul, tapi entah kapan, hehe

Baru kali ini aq bersama teman-teman merasa nyaman di Mu’allimin selama berjam-jam dengan suasana hati yang campur aduk.

Selengkapnya...